Bukankah waktu benar-benar bukan sekutu?
Sepertinya kemarin baru saja deg-deg-an menunggu pengumuman diterima di SMA,
Sepertinya kemarin baru saja berkata pada cermin di kamar, “Mulai saat ini aku siswi SMA!!”,
Sepertinya kemarin baru saja mengeluh pada pelajaran yang sulit.. mengeluh pada tugas yang banyak sedangkan hanya ada sedikit hari libur.. mengeluh pada kelas yang panas.. mengeluh karena nasihat keras guru.. mengeluh pada peraturan yang tidak muridiawi.. mengeluh pada sesaknya kantin sekolah.. seperti kemarin tidak akan pernah lelah mengeluhkan segala hal yang ada di sekolah.
Sepertinya kemarin baru saja berdo’a agar gerbang belum di tutup, sepertinya kemarin baru saja menangis karena patah hati.. menangis karena gagal pada kompetisi.. menangis karena teman terluka.. menangis karena perselisihan.. menangis karena merasa diri sendiri sangat lemah.. dan berharap menjadi lebih kuat saat melepas putih abu..
Sepertinya kemarin baru saja bertemu teman-teman, tertawa bersama, berduka bersama, bergandengan tangan bersama, merangkul pundak, mencoba saling menguatkan satu sama lain.. semua yang dilalui seperti baru saja kemarin itu.. ternyata saaaaaangaaaaat banyak jika ingin di ceritakan satu persatu setiap kemarin yang terasa baru saja terjadi. Jika diruntut semuanya ternyata memang tiga tahun telah lewat.. tiga tahun waktuku, waktu kami, waktu kita semua menjadi seorang pejuang putih abu telah habis.
Diri sendiri merasa rindu pada sekolah.
Tapi saat datang ke sekolah tercinta, yang di cari tidak ada di sana..
Yang paling dirindukan, yang paling ingin di temui, yang ingin di cari di sana adalah wajah-wajah yang bersamaku selama tiga tahun ini. mereka semua yang tersenyum sinis padaku saat bertemu di lorong sekolah, merka semua yang tersenyum meremehkan dari belakang, mereka semua yang berkata menusuk seraya pergi berlalu, mereka semua yang dengan tulus menghiburku, membangun kepingan kepercayaan diriku yang labil, menjaga kebahagiaanku, menungguku untuk menyesal karena telah bersikap buruk, mereka yang sabar menghadapiku selama tiga tahun yang panjang, yang seperti kemarin baru saja terjadi.
Ingat saat-saat sulit ketika aku patah hati? Ingat saat-saat menyebalkan ketika aku menolak menerima pendapatku di tolak? Ingat saat-saat aku tak acuh ketika kalian membutuhkanku? Ingat saat aku selalu, dan selalu terlamabat untuk datang tepat waktu? Ingat saat aku berkali-kali ingkar pada janji pertemuan? Ingat pada semua kesalahanku, pada kata-kata menyakitkan yang kuucapkan, yang tidak jarang ku teriakkan dengan amarah..
Aku mohon maafku, maaf karena merepotkan kalian semua selama tiga tahun yang seperti baru saja terjadi kemarin..
Maaf tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk kalian, maaf atas semua keegoisanku pada kalian, maaf pada semua kerepotan yang telah menyusahkan kalian selama ini, terimakasih ya, terimakasih atas segalanya..
Sekarang kita tidak bisa selalu bersama-sama, semoga kalian bisa menjaga diri dengan baik ya.. semoga sukses.. dan saat kita semua berkumpul kembali, yang ada hanya rasa rindu dan senang dapat berjumpa lagi..
Aku do’akan semoga kalian semua mendapatkan rezeki yang saaangat baik, dan jodoh yang baik juga.. J
Do’akan aku semoga bisa dapet jodoh anggota KBRI di Prancis yaa.. J hehehehe
Anggota KBRI di Korea juga ngga papa.. JJJ
Sekali lagi, terimakasih, untuk tiga tahun yang rasanya baru terjadi kemarin...